Orkestrasi Mesin Virtual
Cockpit menyediakan konsol manajemen terpusat untuk mengoordinasikan siklus hidup mesin virtual (VM) yang berjalan di berbagai host Vapor fisik. Administrator dapat memantau kinerja, menyediakan beban kerja baru, mengelola lampiran perangkat virtual, menjalankan operasi daya, dan mengoordinasikan kebijakan backup dari satu panel kontrol.
1. Inventaris VM Terpusat
Cockpit menyatukan semua mesin virtual dari seluruh host Vapor yang terhubung ke dalam satu inventaris tunggal.
Fitur Utama
- Inventaris Terpadu: Melihat, mencari, dan mengelola mesin virtual dalam pengelompokan logis tanpa memedulikan host fisik tempat VM tersebut berada.
- Panel Metrik dan Sumber Daya: Menampilkan grafik waktu nyata untuk penggunaan CPU, alokasi memori, lalu lintas jaringan (alamat IP/MAC), dan throughput baca/tulis disk.
- Akses Konsol: Membuka sesi konsol interaktif langsung (protokol VNC atau SPICE) di dalam browser web. Fitur ini berfungsi sebagai monitor dan keyboard virtual untuk akses langsung ke sistem operasi dan pemecahan masalah.
2. Wizard Penyediaan Mesin Virtual
Wizard pembuatan mesin virtual memandu administrator melalui langkah-langkah konfigurasi yang diperlukan untuk menyediakan beban kerja virtual.
Langkah Konfigurasi Wizard
- Tipe Pembuatan (Creation Type): Pilih mode penyediaan:
- Buat VM Baru: Membuat VM baru dari awal.
- Kloning VM yang Ada: Menduplikasi VM yang aktif atau berhenti.
- Kloning VM ke Templat: Membuat templat dari snapshot VM.
- Konversi VM ke Templat: Mengubah konfigurasi VM secara permanen menjadi templat yang dapat digunakan kembali.
- Target Penempatan (Placement Target): Tentukan datacenter dan host Vapor fisik tujuan. Cockpit menampilkan kapasitas sumber daya (CPU dan RAM bebas) untuk membantu penjadwalan.
- Identitas dan OS (Identity and OS): Atur nama host VM dan varian OS target (misalnya,
ubuntu20.04,generic) untuk mengoptimalkan preset driver libvirt. - Alokasi Penyimpanan (Storage Allocation): Tentukan disk virtual. Tindakan yang didukung meliputi:
- Buat disk qcow2: Mengalokasikan file disk virtual dengan ukuran tertentu (dalam GB) pada storage pool/datastore yang ditentukan.
- Pemetaan langsung: Melampirkan perangkat blok host mentah (raw block device) atau pemetaan perangkat DRM host langsung (format raw, bus virtio/SATA).
- Penugasan Jaringan (Network Assignment): Konfigurasikan antarmuka jaringan virtual (NIC). Administrator menentukan jenis antarmuka (
networkataubridge), switch jaringan virtual sumber (standard bridge atau distributed network tingkat klaster), dan model driver (misalnya,virtio). - Perangkat Keras Lanjutan (Advanced Hardware): Sesuaikan parameter lanjutan seperti topologi CPU, firmware (BIOS/UEFI), urutan boot, dan PCI device passthrough.
- Cloud-Init: Masukkan metadata cloud-init dan skrip userdata (misalnya, kata sandi root, kunci SSH yang diotorisasi, perintah shell) untuk penyediaan otomatis setelah booting pertama.
- Tinjau dan Buat (Review and Create): Verifikasi skema konfigurasi dan kirimkan permintaan pembuatan asinkron ke host hypervisor target.
3. Operasi Daya dan Siklus Hidup
Cockpit mendukung transisi status daya runtime berikut:
- Nyalakan (Power On): Menyalakan VM dan mem-boot sistem operasi tamu (guest OS).
- Jeda (Pause): Menangguhkan eksekusi, membekukan CPU aktif dan status memori VM di tempatnya.
- Lanjutkan (Resume): Memulihkan eksekusi CPU dan status memori untuk VM yang dijeda.
- Matikan Aman (Power Off - Graceful): Mengirimkan sinyal shutdown ACPI ke sistem operasi tamu, meminta penghentian secara aman.
- Matikan Paksa (Power Off - Hard): Menjalankan shutdown keras segera (sama seperti mencabut kabel daya), menghentikan proses libvirt.
4. Modifikasi Perangkat Keras dan Spesifikasi
Administrator dapat mengedit pengaturan perangkat keras VM baik dalam keadaan offline maupun online:
- Upgrade Sumber Daya: Mengubah alokasi inti CPU (vCPUs) dan kapasitas RAM (dalam MB).
- Manajemen Perangkat:
- Hard Disk: Melampirkan atau melepas disk virtual secara dinamis. Disk virtual baru dapat disediakan, dan jalur perangkat host mentah dapat dilampirkan atau dialihkan.
- Adaptor Jaringan: Menambah atau menghapus kartu antarmuka jaringan.
- PCI Device Passthrough: Memetakan perangkat PCI host (misalnya, GPU, pengontrol jaringan) secara langsung ke VM untuk akses khusus.
- Parameter Lanjutan: Mengedit pengaturan lanjutan (seperti nilai metadata atau properti penyetelan kinerja) dalam antarmuka tabel yang dapat diedit.
5. Manajemen Kloning dan Templat
Templat dan kloning memungkinkan standarisasi konfigurasi VM dan penyediaan yang cepat.
- Kloning VM: Membuat salinan independen dari konfigurasi dan disk virtual VM sumber. Wizard kloning meminta nama VM sumber, nama VM baru, dan datastore tujuan untuk duplikasi disk.
- Kloning VM ke Templat: Menyalin VM sumber dan mendaftarkannya sebagai templat baca-saja (read-only) dalam inventaris VM dan Templat.
- Konversi VM ke Templat: Mengubah VM secara permanen menjadi templat. Ini adalah transisi status konfigurasi yang menandai metadata VM sebagai templat.
- Konversi Templat ke VM: Mengembalikan templat menjadi mesin virtual independen, memulihkan operasi siklus daya normal dan pengeditan konfigurasi.
6. Opsi Penghapusan dan Pembersihan
Saat menghapus mesin virtual, Cockpit menyediakan opsi untuk mengelola sumber daya dasar:
- Penghapusan Metadata: Menghapus registrasi VM dari Cockpit dan konfigurasi hypervisor host.
- Pembersihan Penyimpanan: Secara default, menghapus VM tetap menyimpan disk virtualnya untuk mencegah kehilangan data. Administrator dapat mengaktifkan parameter
remove_disks(menjalankan API DELETE/vms/:id?remove_disks=true) untuk menghapus semua volume disk virtual terkait dari datastore masing-masing.