Skip to content

Manajemen Peringatan & Notifikasi

Cockpit menggabungkan sistem peringatan (alerting) real-time yang memantau hypervisor fisik dan mesin virtual. Mesin peringatan mengevaluasi metrik terhadap ambang batas yang dikonfigurasi dan mengirimkan pemberitahuan ke administrator sistem ketika anomali atau kegagalan terdeteksi.


Mesin Evaluasi Peringatan

Subsistem peringatan memproses data telemetri melalui alur tiga tahap:

  1. Agregasi Metrik: Daemon latar belakang meminta metrik fisik waktu nyata (seperti suhu CPU, beban prosesor, dan penggunaan ruang disk) serta status sistem hypervisor.
  2. Evaluasi Ambang Batas: Metrik yang dikumpulkan dievaluasi terhadap aturan administratif (misalnya, memicu peringatan jika penggunaan CPU melebihi 90% selama durasi berkelanjutan 5 menit).
  3. Pengiriman Peringatan: Jika ambang batas aturan dilanggar, mesin menghasilkan payload peringatan dan merutekannya melalui saluran pemberitahuan yang dikonfigurasi (seperti SMTP atau SNMP).

Klasifikasi Tingkat Keparahan

Peringatan diklasifikasikan ke dalam empat tingkat keparahan untuk memprioritaskan respons sistem:

  • Info (Informasional): Peristiwa operasional yang menunjukkan perubahan status normal (misalnya, penyelesaian pencadangan yang berhasil atau sinkronisasi database).
  • Warning (Peringatan): Peristiwa non-kritis yang memerlukan peninjauan (misalnya, storage pool mencapai kapasitas 85% atau latensi jaringan yang meningkat).
  • Critical (Kritis): Kegagalan sistem yang memerlukan tindakan administratif segera (misalnya, terputusnya host hypervisor atau crash pada mesin virtual).
  • Fatal: Pemadaman infrastruktur yang parah (misalnya, seluruh datastore penyimpanan offline atau kegagalan daya pada node hypervisor).

Mengonfigurasi Saluran Pemberitahuan

Administrator dapat mengirimkan peringatan ke platform pemantauan eksternal atau layanan pesan.

1. Integrasi Email SMTP

Untuk mengonfigurasi notifikasi email:

  1. Masuk ke konsol Cockpit sebagai administrator.
  2. Navigasikan ke Settings > Notifications > Email.
  3. Konfigurasikan properti relai surat (mail relay):
    • SMTP Host: Alamat server surat perusahaan Anda (e.g., smtp.corp.awan.io).
    • Port: Biasanya 587 (STARTTLS) atau 465 (SSL).
    • Autentikasi: Kredensial untuk akun email pengirim.
    • Alamat Pengirim: Alamat pengirim amplop (e.g., alerts-noreply@corp.awan.io).
  4. Tentukan Aturan Perutean Penerima untuk mengarahkan tingkat keparahan peringatan tertentu ke tim yang sesuai (misalnya, merutekan peringatan Warning ke antrean logging sistem, dan peringatan Critical/Fatal ke antrean pager on-call).

2. SNMP Traps

Untuk meneruskan peringatan ke Network Management System (NMS) eksternal seperti Zabbix atau PRTG:

  1. Navigasikan ke Settings > Notifications > SNMP.
  2. Konfigurasikan properti target SNMP:
    • Target Host: Alamat IP atau hostname dari kolektor pemantauan.
    • Port: Biasanya 162 untuk trap SNMP.
    • Community String: Payload kredensial (misalnya, string kustom read-only).
    • Versi SNMP: Pilih v2c atau v3 (v3 direkomendasikan karena mendukung autentikasi kriptografis dan privasi).