Skip to content

Manajemen Peringatan & Notifikasi

Sistem pemantauan Cockpit memeriksa kesehatan server dan VM Anda secara real-time, secara otomatis mengirimkan pesan peringatan kepada administrator jika terjadi masalah.


Bagaimana Peringatan Bekerja 🚨

💡 Analogi: Lampu Peringatan Dashboard Mobil

Bayangkan sistem peringatan Cockpit seperti sensor dan simbol di dashboard mobil modern:

  1. Deteksi (Sensor): Pemeriksa latar belakang Cockpit bertindak seperti sensor suhu dan tekanan ban, yang terus membaca metrik fisik (beban CPU, suhu server, penggunaan disk) dan status VM.
  2. Evaluasi (Aturan Batas): Komputer mobil memeriksa apakah suatu angka berada di luar batas aman. Misalnya: "Jika suhu CPU server di atas 90% selama lebih dari 5 minutes, picu peringatan."
  3. Pengiriman (Bunyi Dashboard): Sistem memutuskan bagaimana memperingatkan Anda. Sistem akan menyalakan lampu peringatan di dashboard atau membunyikan alarm (mengirim email peringatan ke admin atau mengirim sinyal ke server monitoring).

Tingkat Keparahan Alarm (Alarm Severity Levels)

Peringatan diberi kode warna ke dalam empat tingkat keparahan untuk membantu Anda memprioritaskan masalah:

  • Info (🟢 Hijau / Informasional): Pembaruan standar yang menunjukkan bahwa sistem berjalan seperti yang diharapkan (misalnya, backup selesai dengan sukses, atau sinkronisasi database selesai).
  • Warning (🟡 Kuning / Peringatan): Kejadian non-kritis yang harus Anda tinjau segera (misalnya, hard disk terisi 85%, atau server merespons sedikit lebih lambat dari biasanya).
  • Critical (🔴 Merah / Kritis): Masalah serius yang memerlukan perhatian segera (misalnya, server fisik terputus, atau mesin virtual crash).
  • Fatal (💥 Merah Gelap / Fatal): Kegagalan sistem utama yang menyebabkan pemadaman total (misalnya, ruang penyimpanan offline sepenuhnya, atau server kehilangan daya).

Menyiapkan Notifikasi

Anda dapat mengonfigurasi Cockpit untuk mengirim peringatan ke tim Anda menggunakan Email (SMTP) atau Network Traps (SNMP).

1. Notifikasi Email (SMTP)

Agar Cockpit mengirim email saat peringatan dipicu:

  1. Masuk ke Cockpit sebagai administrator.
  2. Buka menu Settings > Notifications > Email.
  3. Isi detail server surat perusahaan Anda:
    • SMTP Host: Alamat server surat Anda (misalnya smtp.corp.awan.io).
    • Port: Biasanya 587 (TLS aman) atau 465 (SSL).
    • Authentication: Nama pengguna dan kata sandi akun email pengirim.
    • Sender Address: Alamat email asal pengirim peringatan (misalnya alerts-noreply@corp.awan.io).
  4. Atur Recipient Rules (Aturan Penerima) untuk memilih siapa yang mendapat notifikasi untuk setiap tingkat keparahan (misalnya, kirim Warning ke helpdesk, tetapi kirim Critical/Fatal ke email tim admin utama).

2. Notifikasi Jaringan (SNMP Traps)

Jika perusahaan Anda menggunakan dashboard monitoring jaringan terpusat (NMS seperti Zabbix atau PRTG) untuk memantau semua perangkat keras:

  1. Buka menu Settings > Notifications > SNMP.
  2. Tentukan ke mana notifikasi dikirim (SNMP Target):
    • Target Host: Alamat IP server monitoring Anda.
    • Port: Biasanya 162 (port standar untuk SNMP trap).
    • Community String: Kode sandi untuk mengizinkan peringatan (biasanya public atau string khusus).
    • SNMP Version: Pilih v2c atau v3 (yang menyertakan enkripsi keamanan).