Redundansi Sistem dan Ketahanan Node

Awanio dirancang dengan kemampuan redundansi pada setiap lapisan, sesuai dengan standar enterprise-grade availability. Sistem ini menjamin bahwa kegagalan pada salah satu perangkat tidak menyebabkan downtime atau penurunan performa layanan.

Fitur Redundansi

  • Redundansi Multi-level
    Redundansi tersedia pada level manajemen, jaringan, penyimpanan, dan compute node.

  • Failover Otomatis
    Sistem secara otomatis memindahkan beban kerja (VM, container, layanan) ke node sehat tanpa intervensi manual.

  • Node Redundancy (Minimal 1 Node Failure)
    Setiap cluster didesain untuk dapat tetap beroperasi normal meskipun salah satu node gagal atau tidak tersedia.

  • Load Redistribution
    Beban dari node yang gagal akan didistribusikan secara dinamis ke node lain yang masih aktif.


Manfaat

  • Menjamin ketersediaan tinggi (high availability)
  • Mencegah single point of failure
  • Menjaga kinerja sistem secara konsisten meskipun terjadi gangguan perangkat

Arsitektur Teknis

Awanio menyimpan data menggunakan faktor replikasi (RF) 3 (default), yang berarti setiap blok data disimpan pada tiga node yang berbeda. Ini memastikan bahwa data tetap tersedia bahkan jika satu atau dua node gagal. Lapisan manajemen Awanio terus memantau kesehatan node dan distribusi beban kerja.

Dalam arsitektur klaster Awanio, dimana minimal menggunakan 3 node sesuai faktor replikasi, setiap node berfungsi sebagai komputasi dan penyimpanan. Mesin Virtual (VM) berjalan di atas lapisan virtualisasi Awanio, sementara semua data VM disimpan di dalam pool Ceph Distributed Storage.


Simulasi Failover – 3 Node Cluster

Node DownNode AktifStatus CephStatus VMStatus ServiceKeterangan
03RF=3NormalNormalIdeal
12RF=2Auto failoverMasih jalanAman
21RF=1Tidak stabilBerisiko downKRITIS
30--DOWNTotal failure