AwaniOS
Untuk meng-install AwaniOS, Anda perlu mengunduh file ISO dari Web Portal Pelanggan Awanio. Setelah Anda mengunduh file ISO, Anda harus menyalin ISO ke USB dan membuatnya dapat di-boot. Langkah-langkah untuk membuat USB bootable dari file ISO dapat Anda lihat di https://linuxconfig.org/how-to-make-a-bootable-usb-from-an-iso-in-linux
Ketika USB sudah siap, Anda perlu mengkonfigurasi server sebagai berikut:
- Data pada hard drive server Anda akan ditimpa selama proses instalasi. Oleh karena itu, pastikan data harddisk telah dibackup.
- Masuk ke BIOS, dan aktifkan CPU VT dan hyper-threading (HT).
- Masuk ke pengontrol RAID dan konfigurasikan tingkat RAID untuk menyediakan redundansi data.
- Tetapkan drive USB sebagai perangkat pertama yang melakukan booting dalam urutan boot.
- AwaniOS hanya mendukung mode boot UEFI. Untuk ini, Anda perlu memastikan BIOS Anda mendukungnya.
Setelah Anda menyelesaikan konfigurasi sebelumnya, reboot atau hidupkan server, dan masuk ke wizard instalasi.
Pada halaman instalasi ISO, pilih Start Awanio Installer.

Tentukan lokasi Anda. Misalnya di Indonesia, pada halaman “Select your location”, pilih Country, territory or area sebagai 'Other'.

Continent or region: ‘Asia’

Country, territory or area: ‘Indonesia’

Pilih tata letak keymap/keyboard

Konfigurasikan jaringan. Pilih interface jaringan utama Anda.

Server Anda harus diatur ke alamat IP statis.

Anda juga perlu mengatur alamat IP Gateway.

Kemudian, Anda perlu mengatur alamat IP Name server (DNS).

Sesuai konvensi, setiap server akan memiliki nama host yang diawali dengan node-xx. Untuk node pertama, Anda harus menggunakan nama host 'node-01'. Untuk node kedua, Anda harus menggunakan nama host 'node-02'. Dan seterusnya.

Jika jaringan lokal Anda menyediakan domain, Anda dapat mengisi nilainya di sini. Jika tidak, biarkan kosong.

Pada langkah selanjutnya, Anda perlu memasukkan kata sandi pengguna OS default.

Masukkan kembali kata sandi.

Pilih zona waktu lokasi Anda.

Konfigurasikan partisi disk.
Pilih opsi ‘Guided - use entire disk’ untuk Partitioning method.

Pilih disk yang akan dipartisi.

Pilih opsi ‘All files in one partition’ pada pertanyaan Skema Partisi (Partitioning Scheme).

Selanjutnya, tinjau partisi dan mount point yang telah dikonfigurasi. Pilih 'Finish partitioning and write changes to disk'.

Konfirmasi penulisan perubahan, pilih ‘Yes’.

Progress instalasi akan ditampilkan.

Setelah instalasi selesai, server perlu di-reboot untuk melanjutkan pengaturan selanjutnya. Pilih 'Continue'.

Setelah server di-reboot, kita akan melanjutkan proses ke pengaturan cluster.
