Skip to content

Ikhtisar Virtualisasi

Vapor memanfaatkan teknologi virtualisasi Linux standar industri untuk menjalankan dan mengelola Mesin Virtual (Virtual Machine/VM) yang terisolasi pada satu host fisik.


Arsitektur Virtualisasi: KVM, QEMU, dan libvirt

Vapor mengintegrasikan tiga teknologi open-source utama untuk menyediakan virtualisasi dengan dukungan perangkat keras (hardware-assisted virtualization):

  1. KVM (Kernel-based Virtual Machine): KVM adalah modul kernel Linux yang mengubah sistem operasi menjadi hypervisor Type-1. KVM memungkinkan mesin virtual untuk mengeksekusi instruksi langsung pada CPU host fisik dan mengakses memori fisik dengan performa mendekati native menggunakan ekstensi virtualisasi perangkat keras (Intel VT-x dan AMD-V).
  2. QEMU (Quick Emulator): Sementara KVM mengelola akses CPU dan memori, KVM tidak melakukan emulasi perangkat keras periferal. QEMU beroperasi di ruang pengguna (user space) untuk mensimulasikan komponen perangkat keras utama, termasuk pengontrol PCI, disk virtual, kartu antarmuka jaringan (NIC), perangkat USB, dan konsol serial, lalu menghubungkannya ke mesin virtual.
  3. libvirt: libvirt adalah API, daemon (libvirtd), dan set alat manajemen yang menyediakan lapisan abstraksi stabil untuk berinteraksi dengan KVM dan QEMU. Teknologi ini menggunakan definisi skema XML untuk merepresentasikan konfigurasi mesin virtual serta menyediakan antarmuka standar untuk kontrol siklus hidup (lifecycle control), alokasi jaringan, dan pemetaan volume penyimpanan.

Vapor menyediakan akses ke kapabilitas virtualisasi ini melalui konsol web yang intuitif dan API REST yang aman, sehingga meniadakan kebutuhan untuk mengonfigurasi file hypervisor tingkat rendah secara manual.


Komponen Utama Virtualisasi

Subsistem virtualisasi Vapor mencakup area manajemen berikut:

  1. Mesin Virtual (Computes): Operasi siklus hidup, alokasi sumber daya (vCPU, RAM), dan konfigurasi sistem operasi tamu (guest OS).
  2. CPU & Memory Hot-Plug: Menambah vCPU dan RAM pada VM yang sedang berjalan tanpa reboot.
  3. Hardware & PCI Passthrough: Pemetaan perangkat fisik secara langsung (seperti GPU atau antarmuka SR-IOV) ke dalam mesin virtual untuk beban kerja berkinerja tinggi.
  4. Storage Pools: Definisi dan alokasi penyimpanan logis (direktori, ZFS pool, LVM volume group, atau sistem penyimpanan berbasis jaringan) yang menampung file disk VM (.qcow2) dan media instalasi (.iso).
  5. Jaringan Virtual: Jembatan jaringan host-only, NAT, dan bridged yang menghubungkan mesin virtual ke jaringan eksternal.
  6. Snapshots & Templates: Mengambil kondisi VM pada titik waktu tertentu (point-in-time) dan membuat template induk yang dapat digunakan kembali untuk penskalaan VM yang cepat.
  7. Backups: Melindungi penyimpanan mesin virtual menggunakan proses backup penuh (full), diferensial, atau bertahap dengan Changed Block Tracking (CBT).
  8. Replikasi & Pemulihan Bencana: Mengonfigurasi replikasi data mesin virtual secara asinkron ke host sekunder untuk memastikan kelangsungan bisnis.