Ikhtisar Penyimpanan
Vapor memisahkan manajemen perangkat keras dan perangkat penyimpanan fisik dari storage pool logis yang dialokasikan untuk beban kerja virtualisasi. Arsitektur modular ini memungkinkan administrator untuk memproses, memformat, dan mengalokasikan penyimpanan secara dinamis ke mesin virtual dan kontainer tanpa gangguan layanan.
Arsitektur Penyimpanan: Block Device dan Storage Pool
1. Host Block Devices (Fisik Disk)
Fisik disk merepresentasikan perangkat penyimpanan keras mentah yang terhubung ke sistem host, termasuk SSD NVMe, HDD SATA, dan drive SAS, serta drive virtual RAID perangkat keras dan Logical Unit Number (LUN) SAN yang dipetakan.
- Perangkat penyimpanan host ditanyakan dan dikelola melalui endpoint
/storage/disks. - Administrator dapat melakukan tindakan seperti pembuatan tabel partisi (GPT), pemformatan disk, dan pengubahan ukuran partisi secara langsung dari konsol web.
2. Storage Pools (Penyimpanan Virtualisasi Logis)
Storage pool adalah volume logis penyimpanan yang dikelola oleh libvirt yang menampung file image disk mesin virtual (file .qcow2) atau media instalasi (file .iso). Vapor mendukung pembuatan beberapa storage pool yang didukung oleh berbagai teknologi penyimpanan yang mendasarinya.
- Catatan: Prosedur konfigurasi terperinci dibahas dalam Panduan Storage Pool Virtualisasi.
Tipe Storage Pool yang Didukung
Saat membuat storage pool, administrator dapat memilih beberapa konfigurasi direktori dan sistem file berikut:
- Directory (DIR) Pool: Path folder logis yang dipetakan pada sistem file host (misalnya
/var/lib/libvirt/images). Sangat kompatibel dan mudah dirawat, cocok untuk deployment lokal mandiri. - LVM (Logical Volume Manager): Memanfaatkan LVM Volume Groups (VGs) dan Physical Volumes (PVs) to mengalokasikan Logical Volumes (LVs) khusus sebagai perangkat penyimpanan blok untuk VM. Menawarkan pengubahan ukuran yang dinamis dan performa tinggi.
- ZFS: Sistem file dan manajer volume kelas enterprise yang menyediakan fitur-fitur canggih seperti snapshot Copy-on-Write (CoW), kompresi tingkat blok, software RAID, dan verifikasi integritas data otomatis (scrubbing).
- NetFS (Network File System - NFS): Terhubung ke direktori jaringan jarak jauh melalui protokol ekspor NFS, memungkinkan beberapa host VM untuk berbagi penyimpanan terpusat.
- FS (OCFS2 Clustered Pool): Oracle Clustered File System v2 (OCFS2) yang dipetakan melalui perangkat SAN iSCSI atau Fibre Channel. Memfasilitasi mount baca-tulis aktif/aktif secara bersamaan di beberapa host, yang dikelola oleh daemon pengunci terdistribusi o2cb.
Adaptor Penyimpanan & Multipathing
Vapor menyediakan alat bawaan untuk mengelola pengontrol penyimpanan dan adaptor jaringan:
- Pengontrol Lokal: Pengontrol bawaan AHCI/SATA dan NVMe.
- Fibre Channel HBA: Kartu PCIe yang memungkinkan koneksi serat optik ke SAN enterprise.
- Software iSCSI Adapter: Memungkinkan host untuk terhubung ke portal penyimpanan target jarak jauh melalui jaringan Ethernet standar. Mendukung konfigurasi initiator IQN, port-binding jaringan untuk isolasi lalu lintas data, SendTargets discovery untuk pencarian target, dan sesi autentikasi CHAP.
- Multipath I/O (MPIO): Memetakan jalur jaringan redundan (melalui beberapa NIC atau fabric) ke satu perangkat blok, mencegah kegagalan akses penyimpanan jika terjadi kegagalan sakelar (switch) atau kabel Ethernet. Kebijakan MPIO (
failoverdanround_robin) dapat dikonfigurasi pada tingkat perangkat.