Skip to content

Migrasi Langsung & Penyimpanan VM

Cockpit memungkinkan Anda memindahkan mesin virtual (VM) yang sedang berjalan dan hard drive virtualnya di antara server Vapor fisik dan ruang penyimpanan (datastore) tanpa perlu mematikannya.


1. Migrasi Komputasi Langsung (Memindahkan VM)

Ini memindahkan prosesor aktif dan status memori (RAM) dari VM yang sedang berjalan dari server fisik asal ke server fisik tujuan.

  • 💡 Analogi: Lari Estafet Bayangkan lari estafet. Alih-alih menghentikan perlombaan untuk menyerahkan tongkat estafet (status aktif VM), pelari kedua (server tujuan) mulai berlari bersama pelari pertama (server asal). Mereka menyamakan kecepatan, memindahkan tongkat (menyinkronkan status memori), dan pelari kedua terus berlari. VM tidak pernah mati, dan pengguna tidak merasakan adanya gangguan (downtime).

Tergantung pada konfigurasi penyimpanan Anda, Cockpit melakukan salah satu dari dua jenis migrasi berikut:

A. Migrasi Penyimpanan Bersama (Shared Storage Migration - Pindahan Instan)

  • Cara kerjanya: Hard drive virtual VM disimpan di drive jaringan bersama (seperti NFS atau OCFS2) yang dapat diakses oleh kedua server fisik.
  • 💡 Analogi: Kedua pelari berada di lintasan lari yang sama. Kita hanya perlu menyerahkan tongkat estafet (status CPU/RAM). Karena kita tidak perlu menyalin file hard drive virtualnya, migrasi ini hanya memakan waktu beberapa detik saja.

B. Migrasi Tanpa Penyimpanan Bersama (Shared-Nothing / Block Migration - Pindahan Berat)

  • Cara kerjanya: Hard drive virtual VM disimpan di SSD lokal milik server fisik itu sendiri.
  • 💡 Analogi: Pelari harus membawa ransel berat (disk virtual VM) dan memindahkan semua isinya satu per satu ke pelari kedua saat mereka berdua sedang berlari. Cockpit menyalin seluruh file disk virtual melalui jaringan blok-demi-blok. Ini memakan waktu lebih lama tergantung pada ukuran disk dan kecepatan jaringan.

2. Migrasi Penyimpanan (Memindahkan Disk)

Ini memindahkan file disk virtual VM (hard drive-nya) di antara ruang penyimpanan (datastore) yang berbeda pada server fisik yang sama saat VM sedang berjalan.

  • 💡 Analogi: Memindahkan Dokumen ke Laci Lain Bayangkan memindahkan dokumen yang sedang Anda baca dan edit dari laci lemari yang lambat (datastore HDD) ke laci lemari yang cepat (datastore SSD) tanpa menutup dokumen tersebut.
  • Auto-Pivot: Begitu Cockpit selesai menyalin file disk virtual ke lokasi baru, ia secara otomatis mengalihkan VM untuk menulis data baru ke file disk yang baru (pivoting) dan menghapus file lama di lokasi asal dengan aman untuk menghemat ruang.

Opsi Lanjutan

Saat memulai migrasi langsung, administrator dapat mengonfigurasi pengaturan berikut:

  • Live: Meminimalkan jeda waktu yang sangat singkat saat VM beralih dari server asal ke server tujuan.
  • Persistent: Memastikan konfigurasi VM disimpan secara permanen di server tujuan sehingga VM tetap berada di sana setelah dinyalakan ulang (reboot).
  • Undefine Source: Menghapus konfigurasi VM dari server asal yang lama setelah proses pemindahan selesai agar sistem tetap bersih.
  • Auto Converge: Jika VM sangat aktif menulis ke memori lebih cepat daripada kecepatan jaringan menyalin data, fitur ini akan memperlambat prosesor VM sedikit sementara agar proses penyalinan dapat selesai.
  • Max Bandwidth: Membatasi kecepatan jaringan (dalam MB/s) yang dapat digunakan oleh proses migrasi, mencegahnya memperlambat lalu lintas jaringan penting lainnya.

Validasi Keselamatan (Pre-Flight Checks)

Sebelum Cockpit memindahkan VM, ia menjalankan pemeriksaan keselamatan otomatis untuk mencegah kegagalan:

  • Pemeriksaan Penyimpanan: Memverifikasi bahwa server tujuan dapat mengakses file penyimpanan VM.
  • Pemeriksaan Jaringan: Memastikan server tujuan terhubung ke switch jaringan virtual (bridge) yang sama agar VM tidak kehilangan koneksi jaringannya setelah pindah.
  • Pemeriksaan CPU: Memastikan prosesor di server tujuan mendukung instruksi teknis yang sama dengan prosesor di server asal.