Instalasi
Constella berjalan di cluster Kubernetes. Instalasinya dikerjakan oleh Awanio atau mitra bersertifikat. Halaman ini menjelaskan kebutuhan cluster, komponen yang dipasang, dan langkah yang dilakukan administrator setelahnya.
Kebutuhan
Cluster Kubernetes
| Item | Kebutuhan |
|---|---|
| Kubernetes | 1.28 atau lebih baru |
| Kapasitas bebas | 4 vCPU dan 8 GiB memori. Instalasi kosong memakai sekitar 1 vCPU dan 3 GiB saat idle; sisanya ruang untuk sinkronisasi dan monitoring seiring bertambahnya cloud account. |
| Storage | StorageClass yang menyediakan volume ReadWriteOnce, dengan ruang bebas sekitar 60 GiB: 20 GiB untuk database, 20 GiB untuk image, 10 GiB untuk metrik, ditambah ruang untuk bertumbuh. |
| Alamat node | Alamat IP salah satu node cluster; sertifikat internal Constella diterbitkan untuk alamat ini. Harus berupa alamat IP, bukan nama host. |
| Unduhan image | Instalasi pertama mengunduh sekitar 3 GB container image. Di jaringan yang lambat atau tidak stabil, sediakan waktu 30 menit atau lebih. |
Akses jaringan
- User ke Constella: HTTPS ke alamat konsol. Untuk alamat publik atau alamat yang dipakai di seluruh perusahaan, letakkan Constella di belakang ingress controller cluster dengan sertifikat TLS.
- Constella ke cloud Anda: engine memanggil API setiap platform yang terhubung secara langsung, misalnya vCenter di port 443 atau endpoint API cloud publik. Jika akses langsung tidak memungkinkan, konfigurasikan proxy per cloud account (Multicloud › Proxy).
Komponen yang dipasang
Semuanya dipasang di satu namespace, secara default constella:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Konsol | Aplikasi web yang dibuka user di browser |
| Service engine | Autentikasi, inventaris dan penjadwalan, service image, monitoring, notifikasi, web console untuk akses remote, dan service manajemen Kubernetes |
| MySQL | Database inventaris, di persistent volume |
| Metrics store | Penyimpanan time-series untuk data monitoring, di persistent volume |
| Operator | Menjaga service engine tetap terpasang, ter-upgrade, dan terkonfigurasi |
Setelah instalasi
1. Masuk dan ganti password
Masuk dengan akun administrator yang Anda terima dari installer. Lalu buka menu akun di pojok kanan atas dan pilih Change Password.
2. Atur alamat yang dipublikasikan
Constella perlu tahu alamat yang dibuka user di browser, misalnya https://constella.example.com. Alamat itu dipakai untuk konsol remote virtual machine, dan Constella memperingatkan user yang membuka konsol dari alamat lain.
Jalankan perintah berikut ke cluster, ganti alamatnya dengan milik Anda:
kubectl -n constella exec deploy/constella-cloudpods-climc -- \
/opt/yunion/bin/climc service-config \
--config api_server=https://constella.example.com commonPerubahan langsung berlaku. User yang sempat melihat peringatan alamat sebaiknya keluar lalu masuk kembali.
3. Hubungkan cloud account pertama
Di System View, buka Multicloud › Accounts lalu ikuti panduan Cloud Account.
4. Periksa modul fitur
Installer mengaktifkan modul Container (Kubernetes), Load Balancing, dan server bare-metal, sehingga menunya langsung muncul di System View.
Jika menu itu tidak ada pada instalasi yang dibuat sebelum installer melakukan hal ini, minta dukungan Awanio menjalankan installer sekali lagi. Installer hanya menambahkan modul yang belum aktif dan tidak mengubah bagian lain dari instalasi.
Memeriksa instalasi
Semua pod di namespace harus berstatus Running dan ready:
kubectl -n constella get pods| Gejala | Yang perlu dilakukan |
|---|---|
Pod lama tertahan di ImagePullBackOff | Unduhan image terputus. Kubernetes akan mencoba ulang sendiri; di jaringan yang tidak stabil ini bisa memakan waktu. Pastikan node bisa menjangkau image registry. |
| Konsol menampilkan "The configured Web console access address is …" | Alamat yang dipublikasikan tidak sama dengan alamat yang Anda buka. Atur seperti langkah 2, atau gunakan alamat yang tertera. |
| Menu yang diharapkan tidak muncul | Periksa pemilih tampilan terlebih dahulu (lihat Tiga jenis tampilan), lalu langkah 4 di atas. |